Jumat, 09 Maret 2012

pendakian gunung ARJUNA WELIRANG



pagi itu jam 04.30 aku bangun untuk sholat subuh, hari ini tanggal 28 januari 2012, ada yang harus ku kerjakan hari ini yaitu menemani tamu dari mapala meratus banjarmasin untuk pendakian arjuna welirang,sebenarnya sih si tamu ingin mendaki semeru tapi dikarenakan semeru ditutup jadi di alihkan ke arjuna, persiapan telah dilakukan di hari sebelumnya, logistik dan segala macamnya sudah siap, tinggal fisik yang blum tapi tetep saja mau.. gak mau ni fisik harus kuat malu dong nganter tamu tapi loyo. jam 09.45 kami berangkat dari sekert mapala TURSINA, dengan menggunakan len AL kami menuju terminal landungsari, sampai di terminal landungsari kami nyantai sebentar sambil beli tahu goreng, setelah kami rasa cukup kenyang kami pun langsung menuju tempat penungguan bus yang menuju ke jombang, setelahh bus siap berangkat kamipun naik sekitar 20 menit kami telah sampai terminal kota batu dan turun di situ, dari situ kami melanjutkan dengan len orange untuk menuju desa sumber berantas pemberentihan terakhir, sampai disumber berantas kami pun mengisi perut dulu sebelum berjalan kaki untuk mendaki, setelah satu jam beristirahat untuk makan kami pun mulai melangkahkan kaki, melalui jalur perkebunan sayur milik warga, baru 15 menit berjalan angin pun bertiaup kencang membawa beberapa bulir air, kami tetap berjalan karna cuaca ini masih bisa kami atasi, kejadian ini tak berlangsung lama, setelelah beberapa menit berlalu keadaan kembali normal, hawa dingin makin terasa ketika kami telah cukup jauh berjalan. sempat kami temuia beberapa petani yang pulang dari ladang mereka, terlihat dari raut wajah mereka keheranan, kami pun menyapa mereka yang berpapasan dengan kami, salah seorang menyapa kami dengan bahasa jawa, yang kurang lebih artinya begini " mendaki nak??" kami jawab "iya"  beliau menjawab lagi "wah nekad". mungkin karena di musim angin ini kami memutuskan naik gunung itu lah yang membuat beliau heran.
beristirahat sebentar membuang lelah

ketika sampai di dekat tempat pengambilan air, yaitu sebuah kolam yang tedapat mata airnya, kami menaruh kerier-kerier kami di pinggir jalan dan berjalan menuruni ladang warga untuk menuju kolam tersebut, kelihatannya kolam itu memang dimanfaatkan warga setempat untuk pengairan ladang mereka, tapi sayang karena pengairannya menggunakan mesin disel yang di letaka persis di pinggir kolam menjadi kan air kolam agak tercemar oleh bahan bakar dan oli dari mesin disel tersebut, kami pun memasukan air kedalam botol-botol air mineral  yang telah kami siapkan sebelumnya setelah semua botol terisi penuh kami pun kembali ke tempat dimana kami meletakan kerier kami, sedikit keluh pun muncul pada saat itu, yang tadinya kerier ku paling ringan sekarang menjadi paling berat karena aku yang paling banyak memecking airnya, 
"waduh berat deh pokoknya", setelah selesai pemeckingan, kami lanjutkan perjalanan lagi kali ini medannya cukup miring kira 30-40 derajat, pelan tapi pasti kaki ini terus melangkah, terasa lelah memang dan agak ngos-ngosan, mungkin ini disebabkan karena saya jarang olah raga sebelumnya. kira-kira ada sekitar 400 meter medan tanjakan kami lewati dan akhirnya kami sampai di gubuk milik perhutani

disini kami beristirahat dan memasak makanan untuk mengisi perut yang telah keroncongan plus minuman dan rokoknya, niat kami awalnya hanya beristirahat beberapa menit tapi ternyata hujan turun cukup deras kira-kira saat itu jam menunjukan pukul 14.00. hingga waktu ashar tiba hujan pun tak kunjung reda dan akhirnya kami memutuskan untuk ngcamesemalam disini sebenarnya aku kecewa karena ini buang-buang waktu, tapi mau gimana lagi ini sudah kesepakatan bersama dengan beralaskan matras dan flesit kami tidur dalam gubuk itu untungnya semua membawa SB (sleeping bag), jadi kami bisa tidur tenang penuh kehangatan.
jam 04.45 ku bangun, setelah melaksanakan sholat subuh kumulai memasak air untuk buat kopi (pagi-pagi di daerah pegunungan minum kopi panas dan merokok memiliki kenikmatan tersendiri). setelah air masak dan tertuang digelas yang telah kuracik, kopi pun siap dan kamipun ngopi sambil berbicara plan kami nanti. kemudian kami memasak tuk sarapan pagi itu dengan menu mie sayur plus kentang geratis kami mengisi perut kami, setelah kenyang kami kembali memecking barang-barang, dan pukul 07.40 kami melanjutkan pendakian kami menuju lembah puncak kembar.
perjalanan cukup mengasikan kanan-kiri pohon semua hehehee.., banyak pohon tumbang yang menghalangi jalan kami jadi terkadang kami harus merunduk atau sedikit jinjit untuk melewatinya. setelah beberapa lama berjalan kami pun istirahat di tempat landai, 10 menit kemudian kami berjalan lagi hampir setiap 1 jam perjalanan kami pasti berhenti untuk beristirahat, setelah kami sampai di pasar setan, istirahat kami agak ber beda, tau kenapa  ???
yaa  pada saat itu kami tidak hanya minum, atpi makan mie sedap goreng tanpa di masak, kriuk..kriuk gimanaa gitu  hehehee.., setelah cukup lama beristirahat kami kembali melanjutkan perjalanan kami saat itu kami melewati hutan cemara pasca kebakaran, sedih melihat ini semua pada hal jika tidak terbakar kubisa bayangkan betapa indahnya tempat ini, cemar-cemara yang belum begitu besar, dan beberapa lubang yang mengeluarkan uap panas.

dan pada akhirnya setelah cukup lama berjalan membelah hutan, dan semak belukar kami sampai di hamparan padang rumput yang cukup luas, angin berhembus dengan kencangnya meniupkan buliran-buliran kecil air layaknya embun yang membuat suasana semakin dingin, tapak lah dua tenda dom bergoyang dengan serunya (puitis dikit), setelah kami hampiri ternyata itu tenda anak KE (kepak elang) yang sedang mengantarkan tamunya, kamipun menyapa mereka kemudian berjalan lagi mencari tempat strategis untuk mendirikan tenda. dapatlah tempat seperti sebuah lembah pas dibawah kaki dataran tinggi yang terjal yang di sekelilingnya tercover beberapa dataran tinggi dan pepohonan, cukup untuk menghadang badai di musim angin seperti saat itu
 saudara mujianto(kebok) sedang mendirikan tenda

setelah tenda selesai didirikan kamipun beristirahat didalamnya, akupun mengeluarkan peralatan masak, untuk memasak air membuat minuman agar dapat menghangatkan tubuh yang sedari tadi kedinginan menahan hawa dingin pegunungan, setelah minuman jadi dan siap untuk di sruuup, kami pun duduk-duduk sambil menikmati beberapa cemilan dan ngobrol ngalur-ngidul, tak lama kemudian datang saudara kami dari KE membuat suasana makin rame ngelucu goyonan yang agak-agak sinting, pokoknya seru banget. 

hari sudah menjelang malam sinar matahari pun kian meredup kegelapan mulai menyelimuti dunia ini, hawa dinginpun kian menjadi. malam itu kami di undang makan oleh anak KE di tendanya, lumayan makan gratis pikirku, tendanya gak terlalu besar jadi kami desak-desakan didalamnya, setelah makan dilanjutkan dengar maen poker tapi aku tidak ikut main karena aku gak bisa maen poker, dan tak lama kemudian aku lebih baik memilih tuk kembali ke tenda kami sendiri dan beristirahat. masuk tenda langsung saja ku keluarkan SB (sleeping bag) dari karier,  wiihh..  ternyata SBnya duingin kayak habis di masukan kulkas, tapi tetep saja saya pakai karena nanti juga anget kalo dah di transfer panas dari tubuh ini.

pagi tanggal 30 kami bangun jam 6.00 walaupun semalaman tidak bisa tidur nyenyak karena hawanya terlalu dingin, tapi istirahat malam itu patut disukuri, seperti biasa memasak air untuk minuman penghangat yang disugguhkan bersama rokok, adalah sebuah kegiatan yang mengasikan saat berkemah digunung.

hari ini kami merencanakan ke puncak welirang, tapi pada saat itu hujan walau tak begitu deras tapi cukup untuk menambah dingin suhu pegunungan apalagi kalau baju basah karenanya saat perjalanan ke puncak welirang.

sampai jam menunjukan pukul 07. 49 hujan tak kunjung reda akhirnya kami putuskan jika hujan tak reda sampai jam 8 nanti kami tetap berangkat menuju puncak welirang. teennnnt....   jam menunjukan jam 08.00 kamipun bersiap untuk berangkat, tanpa membawa apa-apa kecuali air minum dan rokok, saat itu hanya aku yang tidak memiliki raincoat, sedang kan saudara kebok dan ontel memakai raincoat, ya sudah sebagai alternatif terakhir aku pakai aja tresbeg, buat nglindungi jaket biar gak basah..  hehehee....,

perjalanan menuju puncak welirang pastilah kita akan melewati puncak kembar satu dengan ketinggian 3054 mdpl. saat sampai di kebar satu ya seperti biasa photo-photu dulu, 


setelah pusa berpose kami melanjutkan perjalanan kami menuju puncak welirang, di perjalanan kami berpapasan dengan para penambang welirang, pamandangan saat menuju puncak welirang sangat lah indah pokoknya indah dah saya tidak bisa mengambarkannya dengan kata-kata yang jelas viewnya kota malang dan batu, setelah hampir sampai kira-kira kurang duapuluh meter kami sampai di puncak welirang kami bertemu dengan sekawanan monyet hitam yang keluar dari lubang mungkin mereka lagi berlindung dari hujan.

akhirnya setelah beberapa jam kami melakukan perjalanan sampai juga kami di puncak welirang dengan ketinggian 3156 mdpl. gak lama-lama sh di puncak habis melihat-lihat pemandangan dan photo kami langsung bali ke bascame (tenda)
di sponsori oleh tambora


setelah sampai di tenda tetangga yaitu KE, saya langsung gabuk ikut memasak jadi kami masak baren di situ, ada tamu dari sulawesi dia pinter banget masak masakannya juga cukup enak, yang disayang kan saat itu adalah gara-gara saya membantu memasak jadinya saya gak bisa ikut anak-anak yang lain naik ke puncak kembar dua, yaudah tak niattin kapan-kapan aja. tak sampai satu jam makanan telah siap disantap sayur sop dengan lauk iakan asin sambel yang super lezat. nikmat sekali memang kalo kita makan saat berkemah. 

setelah makan siang kami pun istirahat menyiapkan tenaga untuk menuju puncak arjuna, jam 14.30 kami melanjutkan perjalanan kami menuju ke gunung arjuna, perjananan melewati hutan cemara  jalannya aga miring miring karena medannya lumayan tidak landai hehehee..,, sesampai di lembah kijang kami istirahat untuk minum 10 menit kemudian kami melanjutkan perjalanan kami lagi, sekitar kira-kira 30 menit lagi kami hampir sampai di puncak arjuna, dan rencananya kami ingin ngecame sebelum puncak, tapi si tamu yaitu ontel sudah minta ngecame saat itu pukul 16.30, yaudah kami pun tidak melanjutkan perjalanan kami, dan mendirikan tenda, aku bertugas menyiapkan minuman penghangat dan yang alin mendirikan tenda setelah semuanya selesai kami masuk dan minum jeruk anget didalam tenda sambil menghisap rokok malboro, kaerna persedian rokok saat itu menipis jadi kami joinan, aja, satu batang di puter-puter kayak metromini, hehehee...,

tanggal 31-01-2012
mata ini mulai terbuka pada pukul 6.30 suhu nya semakin dingin karena memang tempat kami mendirikan tenda lebih tinggi dari kemarin, jelas semakin tinggi datran pasti suhunya semakin duingin.seperti biasa kegiatan yang sebenarnya tidak perlu diulang-ulang dalam penulisan ini, memasak dan makan. itu lah yang di lakukan saat bangun tidur.

tepat jam 08.45 kami mulai melangkakhkan kaki kembali beban kerier semakin ringan karena sudah banyak logistik dan air yang terkurangi, jalan nya cukup membahayakan soalnya medannya cuma mungkin kemiringannya sekitar 45 derajat keatas, dengan penuh hati-hati kaki ini kulangkahkan, kabut saat itu cukup mengganggu pandangan mata tapi masih bisa diatasi. akhitnya jam 09.30 kami sampai di puncak welirang, wah senang nya akhirnya kami sampai juga, cuam ada sedikit hal yang mengecewakan saat itu, kami tidak mendapatkan view gunung semeru karena kabut saat itu sangat tebal jadi yaah, kami nikmatin aja pemandangan berkabut saat itu, tak lama kami di puncak arjuna. 





sekitar jam 10.30 kami mulai berjalan menuruni gunung arjua melalui jalur lawang, jalur yang benar-benar melelahkan, karena tidak ada jalan datrana landainya dari atas sampai maha pena menurun terus, membuat kaki ini ingin lepas. sampai di maha pena sekitar jam 12.45 kami cukup lama istirahat di mahapena. sekira tenaga kami sudah sedikit bertambah kami pun melanjutkan perjalanan kami. melewati padang sabana yang luas terhampar bagai kasur, sering sekali salah satu dari kami terjatuh karena jalannya licin. singkat cerita akhirnya kami sampai di pos 2 pendakian jalur lawang dan setelah itu setelah 3 jaman dari pos dua kami sampai di perkebun teh, saat itu hujan turun, deras banget sampe pakaian yang kami gunakan basah semua, kami berhenti di pos milik kebun teh untuk menadah air karena memang persediaan air kami habis, setelah hujan cukup reda kami melanjutkan perjalanan kami menuju desa wonosari, saat itu hujan kembali deras, kami berhenti di pos kamling warga setempat untuk berteduh, setelah hujan reda, saya mencari orang yang mau membawa kami ke jalan raya lawang, kami dapat 2 motor, jadi satu motor ada dua penumpang satunya lagi 1 penumpang tapi dengan dua kerier. sampai di pinggir jalan kami menunggu akngkot jurusan arjosari, tarif angkotnya 3500 perorang dan akhirnya jam 17.25 kami sampai di skert MAPALA TURSINA tercinta dengan selamat dan membawa sejuta keluh kesah dari pendakian 4 hari 3 malam ini...

huuuft  melelahkan sekali,,,   udah yaaa  dah jam 01.00 nh penulis ngantuk pengen bobo..

daahhhh......









Tidak ada komentar:

Posting Komentar